kenakalan anak

Kenakalan Anak Jadi Pemicu Pertengkaran Suami Istri, Bagaimana Solusinya?

Kenakalan Anak Jadi Pemicu Pertengkaran Suami Istri, Bagaimana Solusinya? – Masalah lain dalam keluarga yang sering dihadapi oleh pasangan suami istri adalah kenakalan anak.

Perlu orang tua pahami bahwa kenakalan anak biasanya berjenjang menurut usia. Semakin besar usianya, maka kenakalannya pun akan semakin serius.

Sebagai contoh, pada saat masih berusia SD anak bisa dikatakan nakal apabila suka berteriak, memukul, berkata tidak sopan, dan suka membuat gaduh saat dirumah.

Menginjak usia remaja, kenakalan pun semakin serius, mulai dari ugal-ugalan dijalan, merokok, tawuran, dan sebagainya.

Jika anak nakal, maka siapa yang patut disalahkan? Pertanyaannya itu perlu direnungkan oleh setiap pasangan suami-istri.

Kenakalan Anak Jadi Pemicu Pertengkaran Suami Istri, Bagaimana Solusinya?

Hal itu harus kalian sadari bahwa kenakalan anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Jadi suami dan istri sama-sama memiliki tanggung jawab terdadap anaknya.

Dalam hal ini, ada banyak sekali kesalahan yang sering dilakukan orang tua sehingga anaknya menjadi nakal. Bahkan kenakalan anak bisa disebabkan presepsi orang tua yang keliru.

Sebagian orang tua menganggap bahwa anak harus baik dalam segala hal, misalnya saja anak harus berprestasi, nurut apa yang diinginkan oleh anaknya, displin dalam segala hal dan perbuatan lain yang menurut orang tuanya baik.

Pemaksaan tersebut justru bisa memicu anak untuk berbuat nakal, sebab anak tidak seharusnya dipaksa namun diberikan kebebasan berdasarkan aturan.

Untuk mengatasi masalah anak nakal, kalian tidak boleh saling menyalahkan. Justru kalian harus sering berkomunikasi dengan baik dan mendiskusikan pemecahan masalah.

Setiap anak membutuhkan pengawasan dari orang tuanya, terutama pengawasan terhadap lingkungan yang bisa membuatnya nakal.

Pengawasan dimasa pertumbuhannya menjadi solusi jitu untuk mengatasi kenakalan anak. Selain hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan agar perilaku anak jadi lebih baik.

Pertama, memberikan contoh perilaku yang baik. Pada saat kondisi kalian tidak memungkinkan untuk menemaninya dirumah atau lingkungannya, maka berikan bekal kepribadian yang kuat sebelum anak berinteraksi dengan orang lain.

Berikan contoh perilaku yang baik dengan membacakan buku cerita sebelum dia tidur, kemudian berikan makna positif yang bisa diambil.

Kedua, Hindari Kekerasan Dalam Mendidik. Misalnya saja, Anda menasehatinya agar tidak nakal namun tidak digubris. Pada situasi seperti itu, Anda tidak boleh bersikap kasar.

Tahan emosi Anda, jangan sampai Anda membentak, menyakiti atau bahkan memukul. Jika Anda tidak mampu mengendalikan diri maka yang rugi tentu saja Anda sendiri.

Sebab hubungan antara Anda dengan Anak bisa menjadi renggang sehingga Ia akan tertutup dengan masalahnya.

Ketiga, pengawasan bukan berarti mengekang. Selain menghindari perlakuan keras, sikap lain yang juga harus Anda hindari dalam mengawasi anak nakal adalah pengekangan. Perlu diingat bahwa sebagai orang tua, Anda sebagai pengawas bukan pengekang.

Kekangan yang ditujukan kepada anak justru bisa membantu kepribadian anak menjadi kurang percaya diri.

Jika memang anak tergolong nakal, maka ambil cara terbaik untuk mengelola perilakunya agar bisa tumbuh secara baik.

Sebagai orang tua, tentu saja Anda ingin sekali dihormati dan juga dipatuhi oleh anak. Namun terkadang wibawa kita sebagai orang tua sangat diragukan.

Apa maksudnya diragukan?

Banyak sekali orang tua diluar sana yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan yang egonya masih tinggi dalam mendidik anak.

Ingat!! Anak yang baru lahir itu seperti kertas kosong putih, dan sebagai orang tua Anda yang akan memberikan warnanya.

Entar warna apa saja yang ingin kalian berikan nanti, yang jelas sebagai orang tua Anda harus belajar untuk memiliki kewibawaan dan juga kebijaksanaan agar anakmu bisa patuh terhadapmu.

Sikap kewibawaan yang terkadang tidak dimiliki oleh para orang tua saat berhadapan dengan anaknya. Oleh karena itu, banyak orang tua yang disepelekan oleh anaknya dan tidak dipatuhi nasehatnya.

Lalu bagaimana cara mengembalikan dan meningkatkan kewibawaan orang tua?

Gunakan sarana Kalung Aura dari Ratu Aura, kalung Aura yang membantu memancarkan aura kewibawaan Anda.

Ratu Aura telah merancang dan menciptakan Kalung Aura, kalung yang mampu menghasilkan energi aura kewibaan dan berlipat ganda.

Energi kalung Auda merupakan energi alami dari batu kecubung pilihan yang telah diproses Ratu Aura sehingga mampu menghasilkan pancaran energi aura yang besar dan kuat.

Dengan energi Aura yang terpancar, maka aura kewibawaan Anda sebagai orang tua akan terpancar. Dengan kewibawaan yang selalu terpancar, maka anak Anda akan patuh terhadap Anda.

Aura kewibawaan bukan hanya membuat anak Anda patuh, tapi orang-orang yang ada disekeliling Anda juga akan menyegani Anda.

Selain itu, dengan Kalung Aura ini Anda akan nampak semakin cantik dan beraura sehingga pasangan Anda akan semakin mencintai Anda. Dengan kehidupan yang penuh cinta, maka keluarga Anda akan semakin harmonis.

Banyak sekali klien Ratu Aura yang membuktikan manfaat dari Kalung Aura ini, termasuk dalam hal kewibawaan.

Jika Anda menginginkan Aura kewibawaan dalam diri Anda muncul maka jangan ragu untuk mendapatkan Kalung Aura sekarang juga!!

Dapatkan Kalung Aura sekarang juga dengan cara menghubungi Costumer Service Ratu Aura di Mbak Salma (Telp/SMS : 0816607401/08112993401 / WA : +62816607401) Atau Mbak Nayla ( Telp/SMS : 0816607402/08112993402 WA : +62816607402 ).

Jangan sampai kenakalan anak menjadi pemicu pertengkaran suami istri, cegah sekarang juga dengan Kalung Aura!!